FUNGSI BAHASA

Dalam bab pendahuluan telah dikemukakan bahwa fungsi bahasa
secara umum adalah alat komunikasi. Jika menelaah fungsi bahasa sebagai
alat komunikasi tentu tidak bisa dilepaskan dari individu atau perorangan
yang berkomunikasi dalam masyarakat suatu kebudayaan, dan pendidikan.
Hal ini terjadi karena individu adalah anggota masyarakat, yang hidup dalam
kebudayaan tertentu, dan pola-pola kebudayaan tertentu tersebut dikuasai
melalui pendidikan. Berikut ini dikemukan empat fungsi bahasa, yaitu fungsi
perorang, kemasyarakat, kebudayaan, dan pendidikan.
A. Fungsi Perorangan
Fungsi perorangan ini diuraikan berdasarkan kajian Halliday (1976).
Klasifikasi fungsi bahasa perorangan ini didasarkan pada observasi terusmenerus
terhadap penggunaan bahasa oleh anaknya sendiri. Klasifikasi
fungsi perorangan bahasa anak ada enam dan setelah lebih dari tiga tahun
bertambah satu lagi. Berikut ketujuh fungsi bahasa perorang diurutkan sesuai
dengan tahap penguasaannya.
1. Fungsi instrumental: terdapat dalam ungkapan bahasa anak untuk
meminta sesuatu.
2. Fungsi menyuruh (regulatory): ungkapan bahasa anak untuk
menyuruh orang lain untuk berbuat sesuatu.
3. Fungsi interaksi: terdapat dalam ungkapan anak untuk menciptakan
hubungan antarpribadi.
4. Fungsi kepribadian (personal): terdapat dalam ungkapan untuk
menyatakan atau mengakhiri partisipasi.
5. Fungsi pemecahan masalah (heuristic): terdapat pada ungkapan yang
meminta atau menjawab suatu permasalahan atau persoalan.
6. Fungsi khayalan (imaginative): ungkapan permainan pura-pura atau
simulasi suatu keadaan.
7. Fungsi informasi: fungsi yang berhubungan dengan memberi
informasi kepada orang lain, yang biasanya dikembangkan di sekolah.
B. Fungsi Kemasyarakatan
Fungsi kemasyarakatan bahasa menunjukkan peranan khusus suatu
bahasa dalam kehidupan bermasyarakatan. Klasifikasi bahasa berdasarkan
fungsi kemasyarakatan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu berdasarkan
ruang lingkup dan bidang pemakaiannya.
1. Ruang Lingkup
Bersarakan ruang lingkupnya fungsi kemasyarakatan bahasa meliputi
(a) bahasa ibu (lingkup keluarga, dipakai ibu dalam mengajarkan bahasa
pertama kepada anaknya), (b) bahasa daerah (lingkup suku bangsa/etnis),
(c) bahasa nasional (lingkup negara), (d) bahasa komunikasi lebih luas
(language of wider communication) (lingkup antarbangsa dan antarnegara,
seperti bahasa Spanyol dipakai di Spanyol dan Amerika Latin, bahasa
Melayu dipakai di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, bahasa
Arab dipakai di Arab Saudi, Kuwait, Uni Eimat Arab, Iran, Irak), (e) bahasa
internasional (lingkup internasional), dan (f) bahasa kerja PBB (lingkup
anggota PBB, yaitu bahasa Inggris, Perancis, Rusia, Mandarin, kemudian
bertambah Spanyol dan Arab).
2. Bidang Pemakaian
Yang tergolong bidang pemakaian bahasa adalah bahasa resmi (bidang
pemakaian pada acara-acara resmi), bahasa kenegaraan (bidang pemakaian
yang bersifat kenegaraan), bahasa pendidikan, bahasa agama, bahasa
perdagangan, bahasa politik, dan lain-lain.
C. Fungsi Kebudayaan
Fungsi bahasa dalam kebudayaan adalah (1) sarana perkembangan
kebudayaan, (2) jalur penerus kebudayaan, dan (3) inventaris ciri-ciri
kebudayaan. Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan dan bahasalah yang
memungkinkan pengembangan kebudayaan (secara filogenetik). Dalam
hubungannya dengan perorangan, anggota kebudayaan, (secara
ontogenetik=terjadinya kebudayaan), seseorang belajar dan mengetahui
kebudayaan kebanyakan melalui bahasa, artinya seseorang belajar hidup
dalam suatu kebudayaan melalui danb dengan bantuan bahasa. Suatu
kebudayaan dilahirkan dalam perorangan kebanyakan dengan bantuan
bahasa.
Sesuatu yang ada dalam kebudayaan mempunyai nama dalam bahasa
kebudayaan dan inilah yang dimaksud dengan bahasa sebagai inventaris ciriciri
kebudayaan. Suatu kata, ungkapan, atau konsep yang ada dalam suatu
kebudayaan belum tentu mempunyai padanan yang tepat atau sesuai dalam
bahasa lainnya. Hal ini menyebabkan kesulitan pengalihbahasaan. Seperti
belimbing (Indonesia) tidak dikenal dalam budaya Inggris, sehingga dinamai
seperti bentuknya dengan starfruit ‘buah bintang’, bamboo ‘bambu’, manggo
‘mangga’, dan lain-lain. Apabila tidak terdapat kata, ungkapan, atau konsep
tertentu dalam suatu kebudayaan, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan
dilakukan proses pungutan, misalnya radio, televisi, komputer, mobil, sopir,
seledri, buku, lampu, khotbah, dan saudagar.
D. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan bahasa lebih banyak didasarkan pada tujuan
penggunaan bahasa dalam pendidikan dan pengajaran. Fungsi pendidikan
bahasa dibagi menjadi empat, yaitu fungsi integratif, instrumental, kultural,
dan penalaran.
1. Fungsi Integratif
Fungsi ini memberi penekanan pada penggunaan bahasa sebagai alat
yang membuat anak didik ingin dan sanggup menjadi anggota suatu
kebudayaan aatau masyarakat. Bahasa daerah biasanya diajarkan agar anak
didik terintegrasi menjadi anggota kebudayaan daerah tersebut.
2. Fungsi Instrumental
Penggunaan bahasa untuk fungsi instrumental ini berhubungan dengan
tujuan mendapatkan keuntungan material, memperoleh pekerjaan, merail
ilmu, dan sejenisnya. Fungsi ini biasanya tampak nyata dalam penguasaan
bahas asing.
3. Fungsi Kultural
Fungsi ini berhubungan dengan penggunaan bahasa sebagai jalur
mengenal dan menghargai suatu sistem nilai dan cara hidup atau kebudayaan
suatu masyarakat. Bahasa daerah dengan bahan ajar yang menekankan fungsi
ini dapat digunakan untuk pemertahanan suatu budaya. Selain itu pengajaran
bahasa nasional dapat juga sebagai sarana pengenalan dan pemantapan
kebudayaan nasional suatu negara. Penghargaan atas suatu kebudayaan
nasional dapat dipakai sebagai saringan atau filter terhadap pengaruh negatif
kebudayaan asing.
4. Fungsi Penalaran
Fungsi penalaran ini lebih banyak memberi tekanan pada penggunaan
bahasa sebagai alat berpikir, mengerti, dan menciptakan konsep-konsep.
Bahasa digunakan untuk bernalar. Pelajaran teoretik suatu ilmu, penerapan
ilmu secara praktis, penciptaan konsep-konsep baru, dan perumusan gagasangagasan
dilakukan dengan bahasa penalaran. Pengajaran bahasa dapat
dilakukan dengan latihan bernalar, seperti berpikir logis, analitis, dan
sintesis, serta evaluatif.

    • abid
    • Juli 2nd, 2010

    terima kasih.. tulisan anda sangat membantu saya dalam penulisan skripsi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: